Akhirnya! Bisa juga ng-post chapter ini. -sengaja sih agak lama-
Berhubung Author baru.. Jadi masih banyak yang kurang di FF perdanaku ini..
Makasih buat temen-temen yang udah kasih berbagai saran.. :)
Makasih juga buat yang udah mau baca..
Oke Oke! Cukup basa basinya deh. :v :v
CHAPTERED 3
Author : Qoriatuss
Title : Need You, Boys
Main Cast :
·
Kim YooRi (CO)
·
Jeon Jungkook (BTS)
·
Hwang EunJi (CO)
Other Cast :
·
BTS member
Genre : Frienship, School life, Romance –little bit–
CHECK IT OUT
-YooRi Pov-
“Chagiya??” aku penasaran ketika membaca satu kata itu.
Apa EunJi memiliki pacar? Itu yang pertama terlintas difikiranku. Aku
mengalihkan pandanganku menatap nama sang penerima pesan singkat itu.
Entah petir darimana yang menyerang hatiku saat ini.
Hatiku serasa sangat sakit mengetahui siapa penerima pesan singkat ini. Apakah
aku salah baca? Aku harap seperti itu. Tapi ternyata tidak, Itu jelas tertulis
nama seseorang yang selama ini aku kagumi.
‘JEON JUNGKOOK’
-YooRi Pov End-
-Author Pov-
Pintu kamar mandi terbuka dan sosok yeoja yang dari tadi
berada didalamnya keluar. Ia masih mengenakan handuk kimono-nya dan
mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk kecil. YooRi segera meletakkan
ponsel EunJi seperti semula dan berusaha tersenyum kepada sahabatnya itu.
“Oh, YooRi-yaa.. sejak kapan kau disini??” tanyanya
dengan raut terkejut ketika mendapati seseorang didalam kamarnya. “Aku baru
saja masuk, Eomma-mu menyuruhku
menunggu disini.” Ucapnya sembari menyunggingkan senyum, tepatnya senyum yang
ia paksakan.
EunJi melangkahkan kakinya dan duduk diujung tempat tidur
berhadapan dengan YooRi. “Lalu untuk apa kau kesini?” tanya EunJi langsung to the point. YooRi terlihat sedang
berfikir mencari alasan yang tepat, ia ingin membuktikan sendiri apa fikirannya
benar. “Aku hanya ingin meminjam novel Imagine
Him-mu itu??” sahutnya dengan suara sedikit bergetar. “Sejak kapan kau suka
membaca novel?” tanya EunJi sembari melangkahkan kakinya kerak buku disamping
tempat tidurnya.
Tanpa curiga sedikitpun, EunJi tersenyum manis dan
memberikan novelnya kepada YooRi dengan senyuman manisnya. “Ini!” ucapnya
sambil menyodorkan buku setebal 2cm itu. “Oh, Gomawoo” jawab YooRi menerimanya. “Kalau begitu aku akan pulang
sampai bertemu besok EunJi-yaa!” alanjutnya
.
YooRi melangkahkan kaki keluar rumah EunJi dengan raut
muka yang tidak dapat diartikan. Ia berhenti sebentar dan menyandarkan
punggungnya pada tembok kokoh disebelahnya. ‘Apa
aku baru saja dihianati?’ tanyanya dalam hati. Ia merubah posisi berdirinya
dg posisi jongkok dan menyembunyikan wajahnya didalam sana. Apa yang dia
lakukan? Entahlah.
**
Seorang namja
berkaos merah dengan celana jeans hitam melekat dikakinya
tengah berlari ditengah kerumunan pejalan kaki yang berlalu lalang di Jalanan
kota Seoul. Namja itu terlihat sangat
terburu-buru. Beberapa kali ia harus menabrak orang lain dan membungkukkan diri
meminta maaf.
Langkahnya terhenti ketika ia telah sampai ditempat
tujuannya. Sebuah taman yang tidak terlalu ramai terletak di sebelah taman
kanak-kanak. Namja tersebut masih
mengatur nafasnya yang berderu deru akibat berlali tadi. Ia menghampiri sosok
yang kini tengah duduk di sebuah bangku kayu membelakanginya.
“Kau sudah datang?” ucapnya sosok yeoja itu tersenyum ketika mengetahui kekasihnya sudah di hadapannya.
“Apa kau menunggu lama??” jawab namja
itu masih setia dengan posisi berdirinya. “Ani..”
ucapnya kemudian menepuk bangku seolah mengisyaratkan agar orang yang masih
berdiri itu duduk disampingnya. Tanpa berfikir panjang, ia mengambil posisi
duduk disebelah kanan yeoja berparas manis itu dan mengistirahatkan punggungnya
di sandaran bangku.
“EunJi-yaa..”
panggil namja liner97 itu kepada
yeoja disampingnya. Merasa namanya dipanggil yeoja manis itu menoleh kesumber
suara. “Waeyo?” tanyanya sembari
menunjukkan senyuman manisnya. “Kenapa kau mengajakku bertemu disini, Apa ada
yang ingin kau katakan?” namja itu
terlihat sangat ingin dengan apa yang ada dipikiran yeoja yang menjadi kekasihnya tersebut.
Yeoja itu
tersenyum dan menjawab pertanyaan sang kekasih “kenapa aku harus mempunyai
sesuatu untuk dikatakan saat aku hanya ingin bertemu denganmu, Jungkook-ah?” jawabnya yang lebih terlihat
sebagai pertanyaan balik. Jungkook, sang namja
itu terlihat mencerna perkataan yeoja
yang saat ini menatapnya lamat. “Kenapa harus disini? Kita bisa bertemu di cafe
seperti biasa?” . “Kita bertiga maksudmu?” ucapnya masih dengan senyum
menghiasi ujung bibirnya.
“Tentu saja. Kita kan memang selalu begitu?” timpal
Jungkook yang masih berujung dengan sebuah pertanyaan. EunJi mengubah posisinya
hingga benar benar menghadap Jungkook. “Oleh karena itu, kita selalu begitu
jadi aku ingin sekali saja kita begini. Hanya kita berdua, kau dan aku,
Jungkook-ah” jelasnya menatap sang
kekasih. Jungkook menatap EunJi lamat, ia masih punya banyak pertanyaan yang ia
ingin tanyakan tapi ia urungkan niat tersebut.
Jungkook merasa seseorang menggenggam tangannya erat. Ia
menoleh ke sosok yeoja yang saat ini tengah menyandarkan kepalanya dibahu kiri
Jungkook. Ia dapat merasakan genggaman EunJi semakin erat, “Sebentar saja, aku
ingin tahu seperti apa rasanya!” pinta EunJi. “Kau tahu! Setiap aku melihat
sepasang kekasih sedang bersama dan bermesraan, aku merasa iri!” ucap EunJi
kepada sosok namja kekasihnya itu. “karena kita tidak pernah bisa melakukannya,
sekarang aku ingin melakukannya ternyata rasanya hangat sekali.. “ lanjutnya
tersenyum menatap sang wajah sang kekasih.
Jungkook menangkap perasaan bahagia dari wajah EunJi, Ia
pun membalas senyum manis EunJi dengan lengkungan samar bibirnya. Entah kenapa
ia merasa tidak ingin melakukan semua ini tapi ia juga tidak ingin menghapus
senyum bahagia yeoja yang menjadi sahabat juga kekasihnya itu.
Suasana hening beberapa saat, ketika sepasang kekasih
tersebut tenggelam dalam fikirannya masing-masing. Jungkook memperhatikan sang yeoja yang kini
tengah memandag kerlap kerlip bintang malam pada sandaran bahu kirinya. Ia
memang tahu bahwa yeoja itu adalah seseorang yang sangat ia cintai selama ini,
tapi dia tak tahu harus berbuat apa ketika mereka sedang berdua.
“Jungkook-ah!”
panggil sosok yeoja tersebut kepada kekasihnya.”Wae?” balasnya dengan nada bertanya. “Apa kau tidak ingin
berlibur?” lanjut EunJi. “Ini belum musim liburan, EunJi-yaa..” jawab Jungkook dengan nada biasa.
EunJi melepaskan sandaran kepalanya dari bahu Jungkook,
yeoja itu kini menatap serius namja didepannya “Maksudku, Apa kau tidak mau
menghabiskan satu hari bersamaku?” Jungkook pun menatap EunJi yang dengan
tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang tidak dapat ia mengerti. ‘Menghabiskan satu hari bersamanya?’ ‘Tanpa
YooRi?’ itulah yang ia pikirkan.
Melihat sang kekasih tidak merespon pertanyaannya, EunJi
pun melanjutkan ucapannya “Hanya kita berdua,Jungkook-ah! Haruman!”. Jungkook tidak tahu harus menjawab apa, karena
sebelumnya jika mereka bersama pasti selalu dengan sahabat mereka, Kim YooRi.
Jungkook menghela nafasnya kemudian berucap “Akan aku
fikirkan”. EunJi sedikit lega akan jawaban Jungkook walaupun masih harus
menunggu. Jungkook sebenarnya juga tidak tahu apa yang harus ia ucapkan.
“EunJi-yaa..” panggil Jungkook yang membuat yeoja manis itu
menatapnya. Merekapun bertemu pandang beberapa saat. “Apa.. kau..” ucap
Jungkook ragu membuang tatapannya dan langsung ditimpali sahutan lembut EunJi
“Apa yang ingin kau katakan? Katakanlah!” ucap EunJi sambil menarik kedua sudut
bibirnya.
Jungkook memang tidak yakin dengan pertanyaannya
tersebut, tapi ia harus mengatakannya kepada sosok kekasih sekaligus sahabatnya
itu. Jungkook menegakkan tubuhnya dan kembali menatap EunJi “Apa kau merasa
akan ada yang tersakiti dengan hubungan kita?” ucapnya lugas.
EunJi yang mengetahui ujung dari arah pembicaraan mereka
lebih memilih untuk menyandarkan diri pada bangku taman dan mentap langit malam
“Kim YooRi? Itu yang kau maksud?” ucap yeoja itu lirih, tapi masih bisa
terdengar oleh Jungkook.
Jungkook merasa atmosfer diantaranya dan EunJi berubah
dingin. Jungkook merasa ucapannya salah. Ia pun menjawab sebisanya “Ah, anu..
itu.. aku hanya merasa bahwa YooRi masih sahabat kita dan..” Jungkook tidak
meneruskan kata-katanya ketika jari telunjuk EunJi mendarat dibibirnya
menandakan agar dia diam sebentar.
“Kau tidak usah mengkhawatirkannya. Dia akan baik-baik
saja, Jungkook-ah!” ucapnya untuk menenangkan sang kekasih. EunJi
tersenyum pada Jungkook, Jungkook hanya menatapnya dengan lamat. Kemudian EunJi
melontarkan pertanyaan kepada Jungkook “Apa YooRi bagimu?” pertanyaan yang
langsung membuat otak Jungkook mencari jawaban yang tepat.
“Tentu saja sahabat” jawabnya masih menatap sang kekasih.
“Lalu, Apa aku bagimu?” tanya EunJi lagi. Kali ini Jungkook mengalihkan
pandangannya kearah lain, sebenarnya ia tak tahu jawaban apa yang tepat untuk
pertanyaan itu. Merasa sedikit kesal dengan tingkah sang kekasih, EunJi pun
menangkap pipi Jungkook sehingga membuat namja
itu menatapnya.
EunJi meneliti setiap inchi wajah Jungkook. “Apa yang kau
lakukan, EunJi-yaa?” tanyanya datar.
“Kau belum menjawab pertanyaanku” ucapnya masih tidak mau melepaskan kedua
tangannya dari pipi Jungkook. “Kau dan YooRi adalah sahabat terbaikku.” ucapnya
mentap sang kekasih. “Yang kutanyakan hanya aku!” jelas EunJi karena merasa tidak
puas dengan jawaban Jungkook.
Jungkook masih setia dengan diamnya. EunJi tidak suka
dengan tingkahnya. “Kalau begitu aku yang akan memberi jawaban!” ucapnya
kemudian mulai mendekatkan wajahnya kewajah Jungkook dan mendaratkan ciuman
dibibir Jungkook, Ia pun menutup matanya. Jungkook terkejut dengan apa yang
EunJi lakukan padanya. Bisa dibilang ini adalah ciuman pertamanya.
Beberapa detik berlalu , dan EunJi pun melepas ciumannya
menatap wajah sang kekasih yang terlihat masih terkejut. Perlahan ia menggengganm
tangan Jungkook erat “Aku bukan hanya sahabatmu, Jungkook-ah. Aku juga kekasihmu!” ucapan EunJi sontak membuat kenangan masa
lalunya berputar kembali difikiran Jungkook. Masa lalu yang mungkin mempunyai
akibat dimasa depan 3 sahabat itu.
-FLASHBACK-
Malam hari bersalju kota Seoul membuat seorang namja yang mengenakan coat coklat tebal kerap menggosokkan
kedua tangannya untuk menghangatkan dirinya. Namja berkulit putih itu terlihat mondar mandir sudah jelas Ia
sedang menunggu seseorang. Ia berhenti, dan mengambil sebuah ponsel dari saku coat miliknya.
‘Mengapa Kau belum
datang?’ Isi pesan singkat yang ia kirim untuk seseorang.
Beberapa detik kemudian ponselnya bergetar, menandakan
pesan masuk ‘Aku dalam perjalanan, Jungkook-ah”
Namja bernama
asli Jeon Jungkook itu rela
kedinginan hanya untuk menunggu seseorang. Ia merasa harus mengatakan sesuatu
pada orang tersebut. Penjelasan tentang semua yang telah Ia rasakan selama ini.
Dari seberang jalan, Ia melihat sosok yeoja tengah
berdiri disana sambil melambaikan tangannya. Betul! Sosok inilah yang sudah ia
tunggu dari tadi. Terlihat yeoja itu mengenakan coat merah dan syal
polcadon melingkari lehernya. Jungkook tersenyum senang melihat sosok yeoja
tersebut.
“Apa kau menunggu lama?” tanyanya yeoja tersebut ketika
telah berhadapan dengan Jungkook. “Ani” jawabnya singkat. “Bagaimana kalau kita
duduk dibangku itu?” tawar Jungkook menunjuk sebuah bangku besi tak jauh dari
tempatnya berdiri. “Baiklah” jawab yeoja tersebut diikuti di ikuti langkahan
kaki menuju bangku yang akan mereka duduki.
“Mengapa kau mengajakku bertemu disini?” tanya yeoja
tersebut penasaran akan rencana namja disampingnya ini. “Aku ingin mengatakan
sesuatu, EunJi-yaa” jawab Jungkook
kepada sosok yeoja yang ternyata adalah sahabatnya. “Uhm.. Katakanlah!”
Jungkook sedikit merasa gugup, tapi Ia harus
mengatakannya karena Ia tidak mau menyesal suatu hari nanti.
“Aku menyukaimu, EunJi-yaa” ucapnya tegas yang seketika membuat sosok yeoja didepannya ini
diam beribu kata. “Sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya, karna YooRi
menyukaiku, kau juga tahu itu!” lanjutnya menunggu jawaban dari EunJi.
Karna merasa EunJi akan diam saja, Jungkook pun
melanjutkan kata-katanya “Aku menyukaimu sejak aku pertama kali bertemu
denganmu, dan aku rasa sudah sangat lama memendam perasaanku ini. Aku ingin
mengatakannya padamu tapi aku juga tidak ingin menyakiti YooRi” penjelasan
panjang lebar Jungkook berhasil membuat EunJi menatap sosok namja yang sejak dari tadi
memandanginya.
Mereka bertemu pandang beberapa detik sampai akhirnya
EunJi berucap “Lalu kenapa kau mengatakannya padaku? Kalau kau tahu YooRi akan
tersakiti.”
“Molla..” jawab
Jungkook singkat. “Aku merasa aku harus mengatakannya padamu. Aku takut aku
akan menyesal suatu ghari nanti.” Ucap namja
yang duduk di tingkat pertama Sekolah Menengah itu.
Masih tidak ada sahutan dari keduanya selama beberapa
detik. Mereka hanya diam, beradu dengan pikirannya masing-masing.
“Kalau begitu, ayo berpacaran!” ucapan EunJi sontak
membuat Jungkook menatapnya heran. Ia tidak tahu apa yang sedang yeoja ini fikirkan. “Aku juga
menyukaimu, Jungkook-ah.. sudah
sangat lama sebelum YooRi menyukaimu. Jadi, dari pada menyakiti seseorang lebih
baik kita membuat kebahagiaan kita bersama”
Jungkook tahu apa yang menurutnya terbaik, UNTUK SAAT
INI.
-FLASHBACK END-
-Jungkook Pov-
Sekarang aku merasa ini hal yang terbaik atau bukan. Aku
menyayangi sahabatku. Mereka adalah sosok yang membuat warna dihidupku. Dan aku
tidak ingin menyakiti mereka.
‘YooRi-yaa.. Mianhae..’
‘Aku salah’
‘Seharusnya aku
tidak pernah hadir di kehidupanmu’
‘Aku telah
menyakitimu’
‘Aku tidak tahu apa
yang harus kulakukan saat kau mengetahui semuanya’
‘Aku mohon,
maafkanku’
Hanya rasa bersalah yang ada ketika menatap, memandangi,
memperhatikan sosok yeoja yang selama ini berada disampingku. Disinilah aku,
dikamarku yang tenang memandangai bingkai foto besar menampakkan sosok tiga
sahabat tersenyum disana.
Oh Tuhan, Apa yang harus kulakukan?
-Jungkook Pov End-
To be Continued


