Senin, 27 April 2015

FF/ Need You, Boys -Chap 3-/BTS

Akhirnya! Bisa juga ng-post chapter ini. -sengaja sih agak lama-
Berhubung Author baru.. Jadi masih banyak yang kurang di FF perdanaku ini..
Makasih buat temen-temen yang udah kasih berbagai saran.. :)
Makasih juga buat yang udah mau baca..
Oke Oke! Cukup basa basinya deh. :v :v


CHAPTERED 3
Author : Qoriatuss
Title : Need You, Boys
Main Cast :
·         Kim YooRi (CO)
·         Jeon Jungkook (BTS)
·         Hwang EunJi (CO)
Other Cast :
·         BTS member
Genre : Frienship, School life, Romance –little bit–

CHECK IT OUT

-YooRi Pov-

“Chagiya??” aku penasaran ketika membaca satu kata itu. Apa EunJi memiliki pacar? Itu yang pertama terlintas difikiranku. Aku mengalihkan pandanganku menatap nama sang penerima pesan singkat itu.

Entah petir darimana yang menyerang hatiku saat ini. Hatiku serasa sangat sakit mengetahui siapa penerima pesan singkat ini. Apakah aku salah baca? Aku harap seperti itu. Tapi ternyata tidak, Itu jelas tertulis nama seseorang yang selama ini aku kagumi.

‘JEON JUNGKOOK’

-YooRi Pov End-

-Author Pov-

Pintu kamar mandi terbuka dan sosok yeoja yang dari tadi berada didalamnya keluar. Ia masih mengenakan handuk kimono-nya dan mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk kecil. YooRi segera meletakkan ponsel EunJi seperti semula dan berusaha tersenyum kepada sahabatnya itu.

“Oh, YooRi-yaa.. sejak kapan kau disini??” tanyanya dengan raut terkejut ketika mendapati seseorang didalam kamarnya. “Aku baru saja masuk, Eomma-mu menyuruhku menunggu disini.” Ucapnya sembari menyunggingkan senyum, tepatnya senyum yang ia paksakan.

EunJi melangkahkan kakinya dan duduk diujung tempat tidur berhadapan dengan YooRi. “Lalu untuk apa kau kesini?” tanya EunJi langsung to the point. YooRi terlihat sedang berfikir mencari alasan yang tepat, ia ingin membuktikan sendiri apa fikirannya benar. “Aku hanya ingin meminjam novel Imagine Him-mu itu??” sahutnya dengan suara sedikit bergetar. “Sejak kapan kau suka membaca novel?” tanya EunJi sembari melangkahkan kakinya kerak buku disamping tempat tidurnya.

Tanpa curiga sedikitpun, EunJi tersenyum manis dan memberikan novelnya kepada YooRi dengan senyuman manisnya. “Ini!” ucapnya sambil menyodorkan buku setebal 2cm itu. “Oh, Gomawoo” jawab YooRi menerimanya. “Kalau begitu aku akan pulang sampai bertemu besok EunJi-yaa!” alanjutnya .

YooRi melangkahkan kaki keluar rumah EunJi dengan raut muka yang tidak dapat diartikan. Ia berhenti sebentar dan menyandarkan punggungnya pada tembok kokoh disebelahnya. ‘Apa aku baru saja dihianati?’ tanyanya dalam hati. Ia merubah posisi berdirinya dg posisi jongkok dan menyembunyikan wajahnya didalam sana. Apa yang dia lakukan? Entahlah.

**

Seorang namja berkaos merah dengan celana jeans hitam melekat dikakinya tengah berlari ditengah kerumunan pejalan kaki yang berlalu lalang di Jalanan kota Seoul. Namja itu terlihat sangat terburu-buru. Beberapa kali ia harus menabrak orang lain dan membungkukkan diri meminta maaf.

Langkahnya terhenti ketika ia telah sampai ditempat tujuannya. Sebuah taman yang tidak terlalu ramai terletak di sebelah taman kanak-kanak. Namja tersebut masih mengatur nafasnya yang berderu deru akibat berlali tadi. Ia menghampiri sosok yang kini tengah duduk di sebuah bangku kayu membelakanginya.

“Kau sudah datang?” ucapnya sosok yeoja itu tersenyum ketika mengetahui kekasihnya sudah di hadapannya. “Apa kau menunggu lama??” jawab namja itu masih setia dengan posisi berdirinya. “Ani..” ucapnya kemudian menepuk bangku seolah mengisyaratkan agar orang yang masih berdiri itu duduk disampingnya. Tanpa berfikir panjang, ia mengambil posisi duduk disebelah kanan yeoja berparas manis itu dan mengistirahatkan punggungnya di sandaran bangku.

“EunJi-yaa..” panggil namja liner97 itu kepada yeoja disampingnya. Merasa namanya dipanggil yeoja manis itu menoleh kesumber suara. “Waeyo?” tanyanya sembari menunjukkan senyuman manisnya. “Kenapa kau mengajakku bertemu disini, Apa ada yang ingin kau katakan?” namja itu terlihat sangat ingin dengan apa yang ada dipikiran yeoja yang menjadi kekasihnya tersebut.

Yeoja itu tersenyum dan menjawab pertanyaan sang kekasih “kenapa aku harus mempunyai sesuatu untuk dikatakan saat aku hanya ingin bertemu denganmu, Jungkook-ah?” jawabnya yang lebih terlihat sebagai pertanyaan balik. Jungkook, sang namja itu terlihat mencerna perkataan yeoja yang saat ini menatapnya lamat. “Kenapa harus disini? Kita bisa bertemu di cafe seperti biasa?” . “Kita bertiga maksudmu?” ucapnya masih dengan senyum menghiasi ujung bibirnya.

“Tentu saja. Kita kan memang selalu begitu?” timpal Jungkook yang masih berujung dengan sebuah pertanyaan. EunJi mengubah posisinya hingga benar benar menghadap Jungkook. “Oleh karena itu, kita selalu begitu jadi aku ingin sekali saja kita begini. Hanya kita berdua, kau dan aku, Jungkook-ah” jelasnya menatap sang kekasih. Jungkook menatap EunJi lamat, ia masih punya banyak pertanyaan yang ia ingin tanyakan tapi ia urungkan niat tersebut.

Jungkook merasa seseorang menggenggam tangannya erat. Ia menoleh ke sosok yeoja yang saat ini tengah menyandarkan kepalanya dibahu kiri Jungkook. Ia dapat merasakan genggaman EunJi semakin erat, “Sebentar saja, aku ingin tahu seperti apa rasanya!” pinta EunJi. “Kau tahu! Setiap aku melihat sepasang kekasih sedang bersama dan bermesraan, aku merasa iri!” ucap EunJi kepada sosok namja kekasihnya itu. “karena kita tidak pernah bisa melakukannya, sekarang aku ingin melakukannya ternyata rasanya hangat sekali.. “ lanjutnya tersenyum menatap sang wajah sang kekasih.

Jungkook menangkap perasaan bahagia dari wajah EunJi, Ia pun membalas senyum manis EunJi dengan lengkungan samar bibirnya. Entah kenapa ia merasa tidak ingin melakukan semua ini tapi ia juga tidak ingin menghapus senyum bahagia yeoja yang menjadi sahabat juga kekasihnya itu.

Suasana hening beberapa saat, ketika sepasang kekasih tersebut tenggelam dalam fikirannya masing-masing.  Jungkook memperhatikan sang yeoja yang kini tengah memandag kerlap kerlip bintang malam pada sandaran bahu kirinya. Ia memang tahu bahwa yeoja itu adalah seseorang yang sangat ia cintai selama ini, tapi dia tak tahu harus berbuat apa ketika mereka sedang berdua.

“Jungkook-ah!” panggil sosok yeoja tersebut kepada kekasihnya.”Wae?” balasnya dengan nada bertanya. “Apa kau tidak ingin berlibur?” lanjut EunJi. “Ini belum musim liburan, EunJi-yaa..” jawab Jungkook dengan nada biasa.

EunJi melepaskan sandaran kepalanya dari bahu Jungkook, yeoja itu kini menatap serius namja didepannya “Maksudku, Apa kau tidak mau menghabiskan satu hari bersamaku?” Jungkook pun menatap EunJi yang dengan tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang tidak dapat ia mengerti. ‘Menghabiskan satu hari bersamanya?’ ‘Tanpa YooRi?’ itulah yang ia pikirkan.

Melihat sang kekasih tidak merespon pertanyaannya, EunJi pun melanjutkan ucapannya “Hanya kita berdua,Jungkook-ah! Haruman!”. Jungkook tidak tahu harus menjawab apa, karena sebelumnya jika mereka bersama pasti selalu dengan sahabat mereka, Kim YooRi.

Jungkook menghela nafasnya kemudian berucap “Akan aku fikirkan”. EunJi sedikit lega akan jawaban Jungkook walaupun masih harus menunggu. Jungkook sebenarnya juga tidak tahu apa yang harus ia ucapkan.
“EunJi-yaa..”  panggil Jungkook yang membuat yeoja manis itu menatapnya. Merekapun bertemu pandang beberapa saat. “Apa.. kau..” ucap Jungkook ragu membuang tatapannya dan langsung ditimpali sahutan lembut EunJi “Apa yang ingin kau katakan? Katakanlah!” ucap EunJi sambil menarik kedua sudut bibirnya.

Jungkook memang tidak yakin dengan pertanyaannya tersebut, tapi ia harus mengatakannya kepada sosok kekasih sekaligus sahabatnya itu. Jungkook menegakkan tubuhnya dan kembali menatap EunJi “Apa kau merasa akan ada yang tersakiti dengan hubungan kita?” ucapnya lugas.

EunJi yang mengetahui ujung dari arah pembicaraan mereka lebih memilih untuk menyandarkan diri pada bangku taman dan mentap langit malam “Kim YooRi? Itu yang kau maksud?” ucap yeoja itu lirih, tapi masih bisa terdengar oleh Jungkook.

Jungkook merasa atmosfer diantaranya dan EunJi berubah dingin. Jungkook merasa ucapannya salah. Ia pun menjawab sebisanya “Ah, anu.. itu.. aku hanya merasa bahwa YooRi masih sahabat kita dan..” Jungkook tidak meneruskan kata-katanya ketika jari telunjuk EunJi mendarat dibibirnya menandakan agar dia diam sebentar.

“Kau tidak usah mengkhawatirkannya. Dia akan baik-baik saja, Jungkook-ah!”  ucapnya untuk menenangkan sang kekasih. EunJi tersenyum pada Jungkook, Jungkook hanya menatapnya dengan lamat. Kemudian EunJi melontarkan pertanyaan kepada Jungkook “Apa YooRi bagimu?” pertanyaan yang langsung membuat otak Jungkook mencari jawaban yang tepat.

“Tentu saja sahabat” jawabnya masih menatap sang kekasih. “Lalu, Apa aku bagimu?” tanya EunJi lagi. Kali ini Jungkook mengalihkan pandangannya kearah lain, sebenarnya ia tak tahu jawaban apa yang tepat untuk pertanyaan itu. Merasa sedikit kesal dengan tingkah sang kekasih, EunJi pun menangkap pipi Jungkook sehingga membuat namja itu menatapnya.

EunJi meneliti setiap inchi wajah Jungkook. “Apa yang kau lakukan, EunJi-yaa?” tanyanya datar. “Kau belum menjawab pertanyaanku” ucapnya masih tidak mau melepaskan kedua tangannya dari pipi Jungkook. “Kau dan YooRi adalah sahabat terbaikku.” ucapnya mentap sang kekasih. “Yang kutanyakan hanya aku!” jelas EunJi karena merasa tidak puas dengan jawaban Jungkook.
Jungkook masih setia dengan diamnya. EunJi tidak suka dengan tingkahnya. “Kalau begitu aku yang akan memberi jawaban!” ucapnya kemudian mulai mendekatkan wajahnya kewajah Jungkook dan mendaratkan ciuman dibibir Jungkook, Ia pun menutup matanya. Jungkook terkejut dengan apa yang EunJi lakukan padanya. Bisa dibilang ini adalah ciuman pertamanya.

Beberapa detik berlalu , dan EunJi pun melepas ciumannya menatap wajah sang kekasih yang terlihat masih terkejut. Perlahan ia menggengganm tangan Jungkook erat “Aku bukan hanya sahabatmu, Jungkook-ah. Aku juga kekasihmu!” ucapan EunJi sontak membuat kenangan masa lalunya berputar kembali difikiran Jungkook. Masa lalu yang mungkin mempunyai akibat dimasa depan 3 sahabat itu.

-FLASHBACK-

Malam hari bersalju kota Seoul membuat seorang namja yang mengenakan coat coklat tebal kerap menggosokkan kedua tangannya untuk menghangatkan dirinya. Namja berkulit putih itu terlihat mondar mandir sudah jelas Ia sedang menunggu seseorang. Ia berhenti, dan mengambil sebuah ponsel dari saku coat miliknya.

‘Mengapa Kau belum datang?’ Isi pesan singkat yang ia kirim untuk seseorang.

Beberapa detik kemudian ponselnya bergetar, menandakan pesan masuk ‘Aku dalam perjalanan, Jungkook-ah

Namja bernama asli Jeon Jungkook itu rela kedinginan hanya untuk menunggu seseorang. Ia merasa harus mengatakan sesuatu pada orang tersebut. Penjelasan tentang semua yang telah Ia rasakan selama ini.

Dari seberang jalan, Ia melihat sosok yeoja tengah berdiri disana sambil melambaikan tangannya. Betul! Sosok inilah yang sudah ia tunggu dari tadi. Terlihat yeoja itu mengenakan coat merah dan syal polcadon melingkari lehernya. Jungkook tersenyum senang melihat sosok yeoja tersebut.

“Apa kau menunggu lama?” tanyanya yeoja tersebut ketika telah berhadapan dengan Jungkook. “Ani” jawabnya singkat. “Bagaimana kalau kita duduk dibangku itu?” tawar Jungkook menunjuk sebuah bangku besi tak jauh dari tempatnya berdiri. “Baiklah” jawab yeoja tersebut diikuti di ikuti langkahan kaki menuju bangku yang akan mereka duduki.

“Mengapa kau mengajakku bertemu disini?” tanya yeoja tersebut penasaran akan rencana namja disampingnya ini. “Aku ingin mengatakan sesuatu, EunJi-yaa” jawab Jungkook kepada sosok yeoja yang ternyata adalah sahabatnya. “Uhm.. Katakanlah!”
Jungkook sedikit merasa gugup, tapi Ia harus mengatakannya karena Ia tidak mau menyesal suatu hari nanti.

“Aku menyukaimu, EunJi-yaa” ucapnya tegas yang seketika membuat sosok yeoja didepannya ini diam beribu kata. “Sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya, karna YooRi menyukaiku, kau juga tahu itu!” lanjutnya menunggu jawaban dari EunJi.

Karna merasa EunJi akan diam saja, Jungkook pun melanjutkan kata-katanya “Aku menyukaimu sejak aku pertama kali bertemu denganmu, dan aku rasa sudah sangat lama memendam perasaanku ini. Aku ingin mengatakannya padamu tapi aku juga tidak ingin menyakiti YooRi” penjelasan panjang lebar Jungkook berhasil membuat EunJi menatap sosok namja yang sejak dari tadi memandanginya.

Mereka bertemu pandang beberapa detik sampai akhirnya EunJi berucap “Lalu kenapa kau mengatakannya padaku? Kalau kau tahu YooRi akan tersakiti.”
Molla..” jawab Jungkook singkat. “Aku merasa aku harus mengatakannya padamu. Aku takut aku akan menyesal suatu ghari nanti.” Ucap namja yang duduk di tingkat pertama Sekolah Menengah itu.

Masih tidak ada sahutan dari keduanya selama beberapa detik. Mereka hanya diam, beradu dengan pikirannya masing-masing.
“Kalau begitu, ayo berpacaran!” ucapan EunJi sontak membuat Jungkook menatapnya heran. Ia tidak tahu apa yang sedang yeoja ini fikirkan. “Aku juga menyukaimu, Jungkook-ah.. sudah sangat lama sebelum YooRi menyukaimu. Jadi, dari pada menyakiti seseorang lebih baik kita membuat kebahagiaan kita bersama”

Jungkook tahu apa yang menurutnya terbaik, UNTUK SAAT INI.

-FLASHBACK END-

-Jungkook Pov-

Sekarang aku merasa ini hal yang terbaik atau bukan. Aku menyayangi sahabatku. Mereka adalah sosok yang membuat warna dihidupku. Dan aku tidak ingin menyakiti mereka.

‘YooRi-yaa.. Mianhae..’
‘Aku salah’
‘Seharusnya aku tidak pernah hadir di kehidupanmu’
‘Aku telah menyakitimu’
‘Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan saat kau mengetahui semuanya’
‘Aku mohon, maafkanku’

Hanya rasa bersalah yang ada ketika menatap, memandangi, memperhatikan sosok yeoja yang selama ini berada disampingku. Disinilah aku, dikamarku yang tenang memandangai bingkai foto besar menampakkan sosok tiga sahabat tersenyum disana.
Oh Tuhan, Apa yang harus kulakukan?

-Jungkook Pov End-


To be Continued

Senin, 13 April 2015

FF/ Need You, Boys -Chap 2-/BTS

Anyeong!! chapter 2 datang!!
Maaf buat bahasanya yang ribet, masih pemula.. hehe!


CHAPTERED 2
Author : Qoriatuss
Title : Need You, Boys
Main Cast :
·         Kim YooRi (CO)
·         Jeon Jungkook (BTS)
·         Hwang EunJi (CO)
Other Cast :
·         BTS member
Genre : Frienship, School life, Romance, Comedy, Sad.

CHECK IT OUT

                Hujan yang saat ini mengguyur Seoul, mengharuskan seorang yeoja mungil berteduh ditengah hiruk pikuk keramaian jalanan Seoul malam hari. Yeoja ber-sweater biru itu ingin pulang setelah membeli beberapa bahan makanan di supermarket, tetapi niatnya harus terhenti ketika badannya mulai basah dan kedinginan.
Mata yeoja itu menangkap sosok yang tengah berlari menghindari hujan yang mulai membasahi tubuhnya. Sosok yang menurutnya sangat tidak asing. “Jungkook-ah!” panggil yeoja itu kepada sosok namja didepannya.

“Oh, YooRi-yaa.. kau juga terjebak disini?” menghampiri sosok yeoja yang menjadi sahabatnya itu. ”Eomma menyuruhku membeli beberapa bahan makanan, dan tiba-tiba hujan. Kau?”.”Aku hanya berjalan jalan sebentar tadi.” Balas namja tersebut menyunggingkan senyum manisnya. “Oh, Geuriguna!” ucapnya mengangguk faham.

Tidak ada perbincangan lagi diantara mereka. Hingga YooRi memanggil sahabatnya itu untuk memecah keheningan “Kookie..”.”Wae?” tanyanya balik. YooRi yang terdiam sebentar sedang berfikir matang-matang ‘Apa pertanyaannya ini benar?’.

“Kau pernah memberiku 3 permintaan. Apa kau masih ingat?” itulah yang akhirnya ia ucapkan. Jungkook mengingat-ingat perkataan yeoja yg lebih pendek di depannya ini.

YooRi masih terlihat tergugup akan pertanyaan yg baru ia lontarkan tersebut. Dan seperti mendapat pencerahan atas ingatannya, Jungkook menjawab dengan lugas tanpa keraguan apapun “Ne, aku ingat. Kau mau menggunakan permintaan keduamu sekarang?”
Yeoja dengan mata indah itu berusaha untuk tersenyum dan menyembunyikan kegugupannya dalam-dalam. “Aniya, aku hanya bertanya. Aku kira kau lupa!” ucapnya dengan seyum sumringah yang dibalas senyum manis namja didepannya.

Beberapa menit berlalu, dan hujan perlahan mulai reda. Untuk mempersingkat waktu Jungkook –pun memulai percakapan pamit “Hujan mulai reda, sebaiknya kau segera pulang YooRi-yaa..Aku harus pulang dulu, Bye!
”Hati-hati, Jungkook-ah..Sampai bertemu besok!” ucapnya. Jungkook mulai berlari menorobos rintik hujan yang masih sedikit menghuyur jalanan Seoul, tak lupa ia melambaikan tangannya kepada YooRi. YooRi pun membalas lambaian tangan Jungkook.
 YooRi masih enggan meninggalkan tempat ia berdiri. Ia merasa bahagia karena Jungkook masih mengingat janjinya.

**

                Hari ini mungkin menjadi hari yang singkat bagi YooRi dan teman-temannya di SOPA. Murid – murid dipulangkan lebih awal karena para guru sedang mengadakan rapat besar. Walaupun YooRi adalah murid kelas satu, tapi ia tidak suka jika harus pulang dan belajar setiap berada dirumah. Ia juga merasa bosan dengan semua pekerjaan rumah  yang menjadi makanan rutinnya setiap hari.

Saat ini YooRi sedang merebahkan dirinya dikasur empuknya. Ia merasa sangat bosan hari ini. Hanya memandangi langit-langit kamarnya yang tertutup plavon itu.
Ia berjalan menuju meja belajar dikamarnya dan mengambil ponsel yang tergeletak disana. Menghidupkannya dan menggeser menu-menu yang ada. Jempolnya tergerak untuk menyentuh tampilan menu galeri dan melihat isinya.

“Waah!! Kenapa semua isi galeriku foto EunJi, Jungkook dan Aku saja.?”tanya yeoja liner98 itu pada dirinya sendiri. Jarinya masih setia menggeser foto demi foto, hingga pergerakannya terhenti pada foto yg menampakkan sosok namja ber-kaus merah dengan snapback yang ia pakai terbalik tengah tersenyum kearah kamera.

YooRi tersenyum ketika melihat foto seseorang yang telah lama ia sukai itu. “Apa aku harus menggunakan permintaan keduaku, Jungkook-ah?”.

**

Pintu terbuka ketika seorang namja dengan tas tersampir dibahu kanannya mendobrak pelan pintu itu. Dengan langkah cepat ia masuk dan melemparkan dirinya dikasur. “Kenapa harus pulang awal sih!!” gerutu namja itu. ‘Haruskah aku keluar?’ fikirnya.
Iris matanya menangkap sebuah bingakai foto yang menghiasi dinding kamarnya. Ia memandangi bingkai foto didepannya, fotonya bersama dua yeoja sahabatnya.

Jungkook, namja itu menatatap sosok yeoja berambut hitam panjang terurai didalam foto itu. Ia menatap foto itu sendu. Tatapannya dipenuhi rasa bersalah “Aku tidak ingin menyakitimu!” ucapnya lirih.

Ia melangkagkan kakinya menuju laci yang berada disamping tempat tidurnya dan mengambil sebuah bingkai foto dari dalam laci itu. Nampak dirinya bersama yeoja berparas manis di foto tersebut. Jika diamati lebih jelas terlihat mereka sedang bergandengan tangan. “Apa yang kita lakukan sekarang akan menyakitinya?” ucap namja berponi tersebut.

Tiba-tiba ponsel didalam sakunya bergetar. Satu pesan masuk terlihat di layar depan ponsel Jungkook ‘Bisakah kau menemuiku ditaman malam ini, Chagiyaa..?’

**

Seorang yeoja dengan seragam yang masih melekat pada dirinya terlihat mengerjap-erjapkan matanya mencari kesadaran yang belum memenuhi dirinya. Yeoja ini tertidur ketika memain-mainkan ponselnya tadi. Hingga dengan tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, menampakkan sosok namja dengan julukan 4dimention itu.

Ya! Apa kau baru bangun?” lontaran kata dari Kim Taehyung –Oppa kandung  Kim YooRi– sontak membuat yeoja mungil ini tersadar penuh. “Ne, aku baru bangun. Tidak usah berteriak begitu!! ” jawabnya dengan suara serak.

“Dasar Pemalas!! Mana ada yeoja lain sepertimu yang hanya tidur-tiduran tanpa melakukan pekerjaan rumah. Bertobatlah YooRi-yaa.. Mau jadi apa kau nantinya? Tidak akan ada lelaki yang.... Yaa!!!” ocehan panjang lebar Taehyung terhenti ketika YooRi melemparkan boneka beruang kearah sang kakak.

Aissshh!! Apakah Oppa tidak bisa bicara singkat?” ucapnya kesal dengan ocehan-ocehan Taehyung. Memang Taehyung adalah orang yang sangat cerewet tapi dia termasuk namja yang bertalenta dan menjadi idaman para wanita diSOPA. “Aku sedang menasehatimu, Pabo!!” melemparkan kembali boneka beruang YooRi tadi. “Benar. Nasehatmu itu bisa membuat gendang telinga seseorang pecah. Dasar Cerewet!!” celetuk YooRi dengan enteng. “Mworagu?” Taehyung yang tidak terima langsung mengambil ancang-ancang untuk mengejar YooRi.

YooRi yang sadar akan gerak gerik Taehyung langsung berlari keluar kamar menghindari kejaran kakaknya itu. Tapi Taehyung lebih cepat darinya, namja itu berhasil menarik kerah belakang seragam YooRi. Berhasil membuat yeoja itu berhenti berlari.

OPPA!! Lepaskan!” pintanya dengan sedikit berteriak. “Dasar bocah! Kau bilang apa tadi? Cerewet? Bukankah kau juga cerewet?” sahut Taehyung tanpa melepaskan cengkramannya pada kerah belakang yeodongsaeng-nya itu.
‘PPLAAKK’
Sebuah pukulan mendarat pada kepala Taehyung. “Ah! Eomma! Appo!” gerutunya sambil memegangi bagian belakang kepalanya. YooRi yang telah terlepas dari cengkraman Oppa-nya memilih berlindung di belakang ibunya.

“Apakah kalian tidak bisa sehari saja tidak ribut!” Ibu dari dua orang yang berisik tadi mulai memarahi kelakuan kedua anaknya. “YooRi yang memulainya, Eomma” ucap Taehyung membela diri. “tapi kau yang lebih tua Taehyung-ah!!”.”Majja!!” sahut YooRi dari belakang bahu sang ibu. Sedangkan Taehyung menunjukkan wajah kesalnya pada YooRi.

“Sudah! Sudah! Makan siang sudah siap. Cepatlah kalian makan!” ucap sang ibu mencairkan suasana dan dibalas dengan anggukan oleh kedua anaknya.

**

Jam dinding di kamar bercat biru muda ini masih menunjukkan pukul empat sore. Tapi, yeoja sang pemilik kamar mulai merasa bosan berada dikamar sepanjang hari. Ia ingin bermain-main diluar, tapi dengan siapa?. ‘Apa Jungkook punya acara malam ini?’ fikiran itu terlintas begitu saja difikiran YooRi. Ia lantas mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat ke sahabatnya itu.

To: Jeon JK
Apa kau punya acara malam ini? Aku ingin mengajakmu keluar.

Setelah beberapa menit, ponselnya bergetar.

From: Jeon JK
 Mianhae.. aku harus keluar dengan Jimin hyung malam ini.

YooRi sedikit merasa kecewa, tapi harus bagaimana lagi. Ia pun mengetik beberapa kata untuk membalas pesan Jungkook.

To: Jeon JK
Oh, Arasseo.

From: Jeon JK
Mianhae, YooRi-yaa.. Bagaimana kalau besok?

To: Jeon JK
Gwenchana..tidak usah kookie.. Bersenag-senanglah!!

-Jungkook Pov-

Aku menatap pesan YooRi di ponselku. Aku merasa sedih melihat isi pesan itu, perasaanku dipenuhi dengan rasa bersalah kepada yeoja yang telah memberi warna dalam hidupku ini.

‘Mianhae YooRi-yaa, Mianhae’ ucapku dalam hati.

-Jungkook Pov End-

-Author Pov-

YooRi memeluk boneka beruangnya dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur. Yeoja ini masih berfikir apa yang akan ia lakukan sekarang. Bagai mendapatkan pelangi di ujung hari mendung, ide tiba-tiba muncul diotaknya. “Ahaa!!” ucapnya sambil menjetikkan jari “Kenapa aku tidak kerumah EunJi saja yaa!! Ahh, YooRi Pabo!!”

Ia langsung mengganti bajunya dengan kaos biru lengan pendek yang dipadukan dengan cardigan merahmudanya, serta rok birugelap selutut. Mengambil tasnya dan keluar menuruni tangga. Kemudian ia hendak memakai sepatunya, kegiatannya terhenti ketika ia mendengar suara berat dari belakangnya.

Eodiyaa? Apa kau akan berkencan dengan Jungkook?” tanya Taehyung asal. YooRi mendengus mendengar pertanyaan asal kakaknya, Taehyung tahu jika adiknya tidak berpacaran dengan namja bermarga Jeon tersebut tapi Taehyung memang suka menggoda adiknya. *DasarAlien*

“Kalau aku akan berkencan dengan Jungkook, aku pasti sudah berdandan lebih cantik dari ini.” YooRi menimpali ucapan kakaknya dengan kalimat tersebut. “Ohoo!! Lalu aku kira Jungkook akan langsung menembakmu!”.”Dengan senapan ayahnya!” lanjut namja berambut hitam tersebut.

YooRi berdiri setelah ia selesai memakai sepatunya, “Eomma, aku keluar sebentar!” teriaknya berpamitan kepada ibunya. “Ayah Jungkook itu Pembisnis bukannya Polisi, Paboo!!” ucap YooRi sambil memeletkan lidahnya mengejek Taehyung, dan dengan cepat ia berlari keluar rumah.
“DASAR BOCAH!!” teriak Taehyung dari dalam rumah.

**

“Oh, YooRi-yaa..” sapa seorang wanita paruh baya kepada seorang gadis ketika membuka pintu. “Anyeonghaseyo, Nyonya Hwang!” balas YooRi membungkukkan badan memberi hormat. “Masuklah!” tawar wanita paruh baya tersebut. “Sepertinya EunJi berada dikamar, Masuklah ke kamarnya”.”Aku harus ke dapur dulu.” Lanjutnya dengan nada ramah. “Ne, Nyonya Hwang, Khamsahabnida!” balas YooRi kepada Ibu sahabatnya itu.

YooRi menaiki satu persatu anak tangga dengan langkah cepat, ia ingin segera menuju kamar EunJi dan memeluk sahabatnya itu. Setelah sampai di depan pintu kamar EunJi, YooRi mengetuk pintu dan meneriakkan nama EunJi berkali kali, tapi tetap tidak ada sahutan. Akhirnya ia memutuskan langsung masuk kekamar sahabatnya itu. Toh.. dia juga sudah sering berkunjung kesini..

“EunJi-yaa..” ucap YooRi mencari sosok sahabat seperjuangannya. Tapi suasana terasa hening didalam kamar. YooRi sadar akan bunyi shower yang menyala, menandakan sang pemilik kamar sedang mandi.
Yeoja berpostur tubuh mungil itu mencoba meraih kursi didepannya dan mendudukinya. Ia mulai mengedarkan pandangannya kepenjuru ruang kamar EunJi. Ia melihat ponsel disampingnya menyala karena minta diisi, YooRi tahu kode yang EunJi gunakan untuk ponselnya. Ia mebuka kode keamanan tersebut dan sekarang layar ponsel itu menampilkan percakapan pesan singkat antara sang pemilik dengan seseoarang.

Chagiya??” ucapnya lirih membaca salah satu pesan singkat tersebut. Mata gadis berbulu mata lentik ini mendelik seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Iris matanya mulai teralih keatas melihat siapa penerima pesan singkat tersebut. Matanya seketika melebar dan mulutnya sedikit membuka, ia terkejut mengetahui nama yang terpampang diatas.

‘JEON JUNGKOOK’


To Be Continued

Minggu, 12 April 2015

FF/ Need You, Boys -Chap 1-/BTS

Anyeong!!!
Chingu, kenalin ini ff pertama yang aku buat. Ceritanya murni dari fikiranku -tanpa copas-. Sebenarnya ada unsur kisah nyata didalamnya. tapi ya gitu dah! Udah banyak bumbu bumbu. 
Waah!! Makasih banget buat yang bantu aku wujudin pict-nya.. Yaaa!! 
Gak bisa bicara panjang lebar lagi dah! Makasih banget buat semua yang mau baca. Readers-deul, jangan lupa komennya yaaa!!

CHAPTERED 1

Author : Qoriatuss
Title : Need You Boys
Main Cast :
·         Kim YooRi (CO)
·         Jeon Jungkook (BTS)
·         Hwang EunJi (CO)
Other Cast :
·         BTS member
Genre : Frienship, School life, Romance -little bit-.

CHECK IT OUT

                ‘tok tok tok’ suara ketukan pintu terdengar dari luar, menandakan seseorang tengah menunggu dibukakan pintu oleh sang tuan rumah. ‘cklek’ pintu pun terbuka ketika seorang wanita paruh baya menarik gagang pintu tersebut dan menampakkan sosok gadis berparas manis dengan seragam kuning melekat pada tubuhnya.
Anyeonghaseyo, Eommonim” ucapgadis manis tersebut sambil membungkukkan badannya memberi hormat. “Oh, Enji-yaa. Masuklah!”.”Ne.” balas gadis ber-nametag Hwang EunJi tersebut.

                “Duduklah! Sepertinya YooRi masih mandi. Atau kau langsung saja kekamarnya?” tanya wanita paruhbaya tersebut. “Ne. Saya langsung kekamarnya saja” EunJi membungkukkan badannya dan melangkahkan kaki menuju lantai dua dimana kamar YooRi berada.

                Ketika sampai diujung tangga, mata gadis berlensa coklat gelap ini tertuju pada pintu bercat merah didepannya. “YooRi-yaa..” panggilnya pada sang pemilik kamar. “Oh, Masuklah!” terdengar sahutan dari dalam kamar tersebut yang membuatnya membuka pintu dan masuk ke dalam kamar yang didominasi dengan warna biru muda tersebut. Terdapat beberapa foto yang terpajang menghiasi dinding, sebagian besar adalah foto 2orang perempuan dengan 1orang lelaki yang terlihat sangat dekat dan tersenyum lebar di masing-masing foto.

                “Kau sudah siap?” tanya EunJi kepada seseorang yang juga berseragam kuning didepannya. “Sebentar lagi, aku masih mencari buku catatanku.”jawab gadis tersebut kepada sahabatnya itu. “Ahh! Kenapa kau tidak menyiapkannya tadi malam?”merasa kesal dengan ulah sahabatnya tersebut. “Ketiduran.”jawab YooRi enteng, sedangkan yang mendengar hanya menatapnya dengan tatapan pasrah.

                “Ketemu!” teriak gadis berambut hitam yang diikat tersebut. “Cha. Ayo berangkat!” ucapnya sambil merangkul bahu sahabatnya tersebut. Dibawah, Nyonya Kim telah menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. “YooRi-yaa.. sarapan dulu sayang! EunJi juga!” tawar Nyonya Kim kepada dua gadis yang baru saja turun dari tangga. “Aniyo.. saya sudah sarapan tadi.”tolak EunJi dengan sopan. Mengerti akan sahabatnya yang ingin segera berangkat kesekolah, YooRi pun meminum susu dan mengambil sandwich yang sudah ada dimeja makan. “Eomma, aku berangkat dulu!” pamitnya kepada ibu tercinta. “Oh hati-hati kalau begitu.”.”Oppa, sampai bertemu disekolah!” melambaikan tanganya pada seorang namja yang sedang menikmati sarapannya tersebut.

**

                Jalanan terasa sangat ramai mengiringi beberapa orang yang akan memulai aktifitasnya hari ini. Termasuk dua orang gadis yang berjalan bersama sambil sedikit berbincang dan sesekali tertawa karena perbicaraan mereka sendiri. Dan merekapun sampai diHalte yang paling dekat. “YooRi! EunJi!” teriak seseorang yang berlari kearah dua yeoja tersebut. “Oh, kau disini” jawab YooRi kepada namja yang ber-nametag Jeon Jungkook tersebut. “Oh, kau tidak lupa kerja kelompok kita semalamkan?” tanyanya sambil mengatur nafas. “Tentu saja” ucap YooRi biasa. “Tentu saja apa?”tanya namja itu menyelidik. “Tentu saja aku tidak lupa Jeon Jungkook!” jawabnya sambil menatap sahabat laki-lakinya tersebut. EunJi yang melihat itu hanya tersenyum heran dengan tingkah dua sahabatnya tersebut.

                “Syukurlah! Karena jika kau lupa Song ssaem akan menggantung kita hidup-hidup” ucapnya menyebalkan. YooRi dan EunJi hanya menggeleng dengan hayalan teman laki-lakinya tersebut. Sampai akhirnya Bus menuju sekolah mereka datang.

**

                Gedung yang menjadi tempat para siswa siswi menuntut ilmu ini telah ramai dengan kerumunan orang berseragam kuning yang berlalu lalang melakukan aktifitas mereka. Terlihat dua orang yeoja dan seorang namja yang tengah asyik dibangku mereka. Membicarakan beberapa hal yang membuat mereka merasa nyaman bersama. Tiga sahabat ini telah mengenal sejak dibangku sekolah dasar lebih tepatnya sejak kelas 4 sekolah dasar, ketika Jungkook menjadi pindahan dari Amerika dan menetap di Korea. Sejak saat itulah mereka bersahabat dan masih bersama sampai sekarang mereka di SMA yang sama.

                Pelajaran berlangsung seperti biasanya. Tidak semua murid memperhatikan penjelasan guru didepan kelas mereka. Ada yang tidur, mengobrol, juga bermain-main. Itu sudah menjadi pemandangan biasa di SOPA. ‘teeeet teeet teet’ Dan ketika bel istirahat berbunyi para murid berbondong-bondong menuju kantin untuk mengisi perut mereka. Termasuk YooRi,EunJi,dan Jungkook yang selalu bersama.

                Ketika di kantin Jungkook mencari tempat untuk ia dan kedua yeoja sahabatnya itu menikamati makan siang mereka. Sedangkan YooRi dan EunJi memesankan makanan untuknya. Jungkook memilih tempat yang menurutnya nyaman. Sebuah bangku panjang dekat jendela kaca yang menyuguhkan pemandangan taman belakang sekolah. Setelah menunggu beberapa menit, YooRi dan EunJi menghampiri Jungkook sambil membawa makanan mereka. “Ini untukmu!” ucap Eunji sambil menyodorkan semangkuk Ramyeon dan sekaleng minuman dingin. “Gomawoo!” jawabnya sambil tersenyum dan dibalas anggukan serta senyuman manis oleh EunJi.

EunJi duduk didepan Jungkook, sedangkan YooRi duduk disamping EunJi. Mereka mulai menghabiskan makanan mereka dengan sedikit berbincang, hingga seorang namja datang dan duduk disamping Jungkook.
Oppa! Kenapa kau kesini?” ucap YooRi heran dengan kedatangan namja yang tak lain adalah kakak kandungnya. “Wae? Kau cemburu aku duduk disamping Jungkook?” balasnya enteng. YooRi sedikit kesal dengan tingkah Oppa-nya yg membuat mood nya buruk hari ini. “Anyeonghaseyo, Taehyung-oppa!” sapa EunJi kepada kakak sahabatnya ini. “Anyeong!” ucapnya membalas EunJi. “Jungkook-aah, nanti ada latihan basket dilapangan. Jangan sampai tidak datang!”.”Ne, hyung!”

**

                Bel pulang sekolah. Mungkin itulah yang di tunggu para murid SOPA yang sudah mulai lelah dengan semua pelajaran yang mereka peroleh hari ini. Pulang ke rumah, Makan, Istirahat, mungkin itulah yang akan mereka lakukan setelah mendengar bel pulang berbunyi. Tapi tidak untuk para murid SOPA yg menjadi anggota club basket sekolah. Mereka masih harus berlatih saat teman-temannya pulang dan beristirahat dirumah masing-masing.

                “Jungkook-ah. Tolong bantu suga mengambil matras di gudang.” Suruh seorang lelaki yang terliahat lebih dewasa dari jungkook dan teman-temannya di club basket. “Ne. Jin ssaem” jawab Jungkook kepada pelatihnya tersebut.

                Saat perjalanan menuju gudang Suga –kapten tim basket–  terlihat sedang mengajukan beberapa pertanyaan kepada hobae-nya itu. “Kookie. Jadi mana yang kau pilih?” tanya suga dg wajah sedikit menggoda. “Yang pasti bukan kau hyung!” jawabnya santai. “Yaa! Aku serius!”. “Aku juga.” Ucapnya sambil membuka pintu gudang dan mengambil matras didalamnya.

**

                YooRi dan EunJi sedang menunggu sahabat mereka selesai berlatih basket. Mereka memang selalu pulang bersama walaupun salah satu dari mereka harus menunggu yang lain. YooRi dan EunJi mengamati Jungkook dari luar lapangan dan duduk disebuah bangku beton.

Suasana hening sesaat karena EunJi sedang fokus dengan novelnya sedangkan YooRi lebih memilih memperhatikan Jungkook. Walaupun dia menyebalkan, tapi dia selalu terlihat tampan dimata YooRi saat men-dribble bola basket. EunJi yang sadar akan keheningan diantara mereka mulai membuka percakapan. “YooRi-yaa..!” panggilnya kepada gadis berbulu mata lentik itu. “Oh.”jawab YooRi singkat tanpa menoleh kearah EunJi.
EunJi sedikit berfikir “Kau sangat memperhatikan Jungkook, Apa kau masih menyukainya?” kata-kata itulah yang langsung meluncur dari mulutnya. “Kenapa masih bertanya? Kau sudah tahu itu!” balas YooRi tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun dari Jungkook.

“Lalu, kenapa kau tidak mengatakan perasaanmu langsung padanya?” tanya EunJi sedikit gugup akan pertanyaannya kali ini. “Dia juga sudah tahu. Kenapa aku harus melakukannya?” jawabnya hampir sama dengan sebelumnya dan masih menatap Jungkook.
“Kau masih punya dua permintaan lagikan padanya?”.”Oh, Majja! Wae?” YooRi membenarkan ucapan sahabatnya yang masih melontarkan banyak pertanyaan padanya.
“Mintalah Jungkook untuk jadi namjachingu-mu! Bukankah dia berjanji untuk mengabulkan tiga permintaanmu, dan kau masih menggunakannya satu berarti kau punya dua lagi!”. YooRi akhirnya menoleh setelah mendengar pernyataan sahabatnya itu. Menatap EunJi lamat “Bukan itu yang aku inginkan EunJi-yaa..

-FLASHBACK-

                “EunJi-yaa..” panggil seorang gadis SMP tingkat pertama pada sahabatnya yang sedang membaca novel kesukaannya. “Wae?” jawabnya sambil menyunggingkan senyum manisnya. “Apa yang kau lakukan?”.”Kau tidak lihat?”ucapnya ketus. “Oh. Mian.. Apakah aku mengganggu waktu berhargamu Nona Hwang?” tanyanya dengan nada sedikit mengejek, sedangkan yang ditanya hanya diam memilih untuk beradu lagi dengan novel kesukaannya.
YooRi pun duduk disamping EunJi dan bersandar pada pohon dibelakangnya. “Ada yang ingin kau katakan, kan?” tanya EunJi tiba-tiba. “Kau tahu?” sahut YooRi dengan wajah sumringahnya. “Bagaimana aku tidak tahu. Dari wajahmu saja sudah jelas kalau kau sedang bahagia. Apa yang terjadi? Ceritalah!” ucapnya panjang lebar tanpa melepas fokus dari novelnya.
Masih tak ada yang menyambung percakapan, dan masih tenggelam dalam keheningan masing-masing. Hingga yeoja berambut hitam panjang itu berucap “Apa kau pernah menyukai seseorang, Eunji-yaa!” tanyanya polos.

Eunji terdiam cukup lama mendengar ucapan YooRi tersebut. ‘Mengapa dia bertanya seperti itu?’ gadis itu menatap sahabatnya yang masih menyandarkan kepalanya kepohon dan tersenyum bahagia. “Belum” jawabnya singkat. “Apa kau menyukai seseorang?” lanjutnya . YooRi melepaskan sandarannya dari pohon dan menatap yeoja yang masih penasaran dengan jawabannya. “Ne, aku menyukai seseorang.” jawabnya dengan nada bahagia. “Nugu? Apa aku mengenalnya?” tanyanya lebih penasaran. “Oh, kau mengenalnya, sangat mengenalnya!”..”Seolma!..” tatapannya seperti tidak percaya.
Majja! Dia Jeon Jungkook” mulutnya terbuka seakan tidak percaya dg apa yang ia dengar.

“Aku?” suara berat terdengar dari balik pohon tersebut dan menampakkan sosok namja yang terlihat terkejut juga. Namja itu menghampiri YooRi menyamakan posisinya agar ia bisa menatapnya. “Kau menyukaiku?” tanya Jungkook yang membuat YooRi membeku sesaat. “Mian..” ucapnya sedikit gugup. “Ani, aku yang seharusnya minta maaf YooRi-yaa..” Jungkook pergi meninggalkan dua yeoja yang masih terpaku tersebut.

-FLASBACK END-

To Be Continued