Senin, 27 April 2015

FF/ Need You, Boys -Chap 3-/BTS

Akhirnya! Bisa juga ng-post chapter ini. -sengaja sih agak lama-
Berhubung Author baru.. Jadi masih banyak yang kurang di FF perdanaku ini..
Makasih buat temen-temen yang udah kasih berbagai saran.. :)
Makasih juga buat yang udah mau baca..
Oke Oke! Cukup basa basinya deh. :v :v


CHAPTERED 3
Author : Qoriatuss
Title : Need You, Boys
Main Cast :
·         Kim YooRi (CO)
·         Jeon Jungkook (BTS)
·         Hwang EunJi (CO)
Other Cast :
·         BTS member
Genre : Frienship, School life, Romance –little bit–

CHECK IT OUT

-YooRi Pov-

“Chagiya??” aku penasaran ketika membaca satu kata itu. Apa EunJi memiliki pacar? Itu yang pertama terlintas difikiranku. Aku mengalihkan pandanganku menatap nama sang penerima pesan singkat itu.

Entah petir darimana yang menyerang hatiku saat ini. Hatiku serasa sangat sakit mengetahui siapa penerima pesan singkat ini. Apakah aku salah baca? Aku harap seperti itu. Tapi ternyata tidak, Itu jelas tertulis nama seseorang yang selama ini aku kagumi.

‘JEON JUNGKOOK’

-YooRi Pov End-

-Author Pov-

Pintu kamar mandi terbuka dan sosok yeoja yang dari tadi berada didalamnya keluar. Ia masih mengenakan handuk kimono-nya dan mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk kecil. YooRi segera meletakkan ponsel EunJi seperti semula dan berusaha tersenyum kepada sahabatnya itu.

“Oh, YooRi-yaa.. sejak kapan kau disini??” tanyanya dengan raut terkejut ketika mendapati seseorang didalam kamarnya. “Aku baru saja masuk, Eomma-mu menyuruhku menunggu disini.” Ucapnya sembari menyunggingkan senyum, tepatnya senyum yang ia paksakan.

EunJi melangkahkan kakinya dan duduk diujung tempat tidur berhadapan dengan YooRi. “Lalu untuk apa kau kesini?” tanya EunJi langsung to the point. YooRi terlihat sedang berfikir mencari alasan yang tepat, ia ingin membuktikan sendiri apa fikirannya benar. “Aku hanya ingin meminjam novel Imagine Him-mu itu??” sahutnya dengan suara sedikit bergetar. “Sejak kapan kau suka membaca novel?” tanya EunJi sembari melangkahkan kakinya kerak buku disamping tempat tidurnya.

Tanpa curiga sedikitpun, EunJi tersenyum manis dan memberikan novelnya kepada YooRi dengan senyuman manisnya. “Ini!” ucapnya sambil menyodorkan buku setebal 2cm itu. “Oh, Gomawoo” jawab YooRi menerimanya. “Kalau begitu aku akan pulang sampai bertemu besok EunJi-yaa!” alanjutnya .

YooRi melangkahkan kaki keluar rumah EunJi dengan raut muka yang tidak dapat diartikan. Ia berhenti sebentar dan menyandarkan punggungnya pada tembok kokoh disebelahnya. ‘Apa aku baru saja dihianati?’ tanyanya dalam hati. Ia merubah posisi berdirinya dg posisi jongkok dan menyembunyikan wajahnya didalam sana. Apa yang dia lakukan? Entahlah.

**

Seorang namja berkaos merah dengan celana jeans hitam melekat dikakinya tengah berlari ditengah kerumunan pejalan kaki yang berlalu lalang di Jalanan kota Seoul. Namja itu terlihat sangat terburu-buru. Beberapa kali ia harus menabrak orang lain dan membungkukkan diri meminta maaf.

Langkahnya terhenti ketika ia telah sampai ditempat tujuannya. Sebuah taman yang tidak terlalu ramai terletak di sebelah taman kanak-kanak. Namja tersebut masih mengatur nafasnya yang berderu deru akibat berlali tadi. Ia menghampiri sosok yang kini tengah duduk di sebuah bangku kayu membelakanginya.

“Kau sudah datang?” ucapnya sosok yeoja itu tersenyum ketika mengetahui kekasihnya sudah di hadapannya. “Apa kau menunggu lama??” jawab namja itu masih setia dengan posisi berdirinya. “Ani..” ucapnya kemudian menepuk bangku seolah mengisyaratkan agar orang yang masih berdiri itu duduk disampingnya. Tanpa berfikir panjang, ia mengambil posisi duduk disebelah kanan yeoja berparas manis itu dan mengistirahatkan punggungnya di sandaran bangku.

“EunJi-yaa..” panggil namja liner97 itu kepada yeoja disampingnya. Merasa namanya dipanggil yeoja manis itu menoleh kesumber suara. “Waeyo?” tanyanya sembari menunjukkan senyuman manisnya. “Kenapa kau mengajakku bertemu disini, Apa ada yang ingin kau katakan?” namja itu terlihat sangat ingin dengan apa yang ada dipikiran yeoja yang menjadi kekasihnya tersebut.

Yeoja itu tersenyum dan menjawab pertanyaan sang kekasih “kenapa aku harus mempunyai sesuatu untuk dikatakan saat aku hanya ingin bertemu denganmu, Jungkook-ah?” jawabnya yang lebih terlihat sebagai pertanyaan balik. Jungkook, sang namja itu terlihat mencerna perkataan yeoja yang saat ini menatapnya lamat. “Kenapa harus disini? Kita bisa bertemu di cafe seperti biasa?” . “Kita bertiga maksudmu?” ucapnya masih dengan senyum menghiasi ujung bibirnya.

“Tentu saja. Kita kan memang selalu begitu?” timpal Jungkook yang masih berujung dengan sebuah pertanyaan. EunJi mengubah posisinya hingga benar benar menghadap Jungkook. “Oleh karena itu, kita selalu begitu jadi aku ingin sekali saja kita begini. Hanya kita berdua, kau dan aku, Jungkook-ah” jelasnya menatap sang kekasih. Jungkook menatap EunJi lamat, ia masih punya banyak pertanyaan yang ia ingin tanyakan tapi ia urungkan niat tersebut.

Jungkook merasa seseorang menggenggam tangannya erat. Ia menoleh ke sosok yeoja yang saat ini tengah menyandarkan kepalanya dibahu kiri Jungkook. Ia dapat merasakan genggaman EunJi semakin erat, “Sebentar saja, aku ingin tahu seperti apa rasanya!” pinta EunJi. “Kau tahu! Setiap aku melihat sepasang kekasih sedang bersama dan bermesraan, aku merasa iri!” ucap EunJi kepada sosok namja kekasihnya itu. “karena kita tidak pernah bisa melakukannya, sekarang aku ingin melakukannya ternyata rasanya hangat sekali.. “ lanjutnya tersenyum menatap sang wajah sang kekasih.

Jungkook menangkap perasaan bahagia dari wajah EunJi, Ia pun membalas senyum manis EunJi dengan lengkungan samar bibirnya. Entah kenapa ia merasa tidak ingin melakukan semua ini tapi ia juga tidak ingin menghapus senyum bahagia yeoja yang menjadi sahabat juga kekasihnya itu.

Suasana hening beberapa saat, ketika sepasang kekasih tersebut tenggelam dalam fikirannya masing-masing.  Jungkook memperhatikan sang yeoja yang kini tengah memandag kerlap kerlip bintang malam pada sandaran bahu kirinya. Ia memang tahu bahwa yeoja itu adalah seseorang yang sangat ia cintai selama ini, tapi dia tak tahu harus berbuat apa ketika mereka sedang berdua.

“Jungkook-ah!” panggil sosok yeoja tersebut kepada kekasihnya.”Wae?” balasnya dengan nada bertanya. “Apa kau tidak ingin berlibur?” lanjut EunJi. “Ini belum musim liburan, EunJi-yaa..” jawab Jungkook dengan nada biasa.

EunJi melepaskan sandaran kepalanya dari bahu Jungkook, yeoja itu kini menatap serius namja didepannya “Maksudku, Apa kau tidak mau menghabiskan satu hari bersamaku?” Jungkook pun menatap EunJi yang dengan tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang tidak dapat ia mengerti. ‘Menghabiskan satu hari bersamanya?’ ‘Tanpa YooRi?’ itulah yang ia pikirkan.

Melihat sang kekasih tidak merespon pertanyaannya, EunJi pun melanjutkan ucapannya “Hanya kita berdua,Jungkook-ah! Haruman!”. Jungkook tidak tahu harus menjawab apa, karena sebelumnya jika mereka bersama pasti selalu dengan sahabat mereka, Kim YooRi.

Jungkook menghela nafasnya kemudian berucap “Akan aku fikirkan”. EunJi sedikit lega akan jawaban Jungkook walaupun masih harus menunggu. Jungkook sebenarnya juga tidak tahu apa yang harus ia ucapkan.
“EunJi-yaa..”  panggil Jungkook yang membuat yeoja manis itu menatapnya. Merekapun bertemu pandang beberapa saat. “Apa.. kau..” ucap Jungkook ragu membuang tatapannya dan langsung ditimpali sahutan lembut EunJi “Apa yang ingin kau katakan? Katakanlah!” ucap EunJi sambil menarik kedua sudut bibirnya.

Jungkook memang tidak yakin dengan pertanyaannya tersebut, tapi ia harus mengatakannya kepada sosok kekasih sekaligus sahabatnya itu. Jungkook menegakkan tubuhnya dan kembali menatap EunJi “Apa kau merasa akan ada yang tersakiti dengan hubungan kita?” ucapnya lugas.

EunJi yang mengetahui ujung dari arah pembicaraan mereka lebih memilih untuk menyandarkan diri pada bangku taman dan mentap langit malam “Kim YooRi? Itu yang kau maksud?” ucap yeoja itu lirih, tapi masih bisa terdengar oleh Jungkook.

Jungkook merasa atmosfer diantaranya dan EunJi berubah dingin. Jungkook merasa ucapannya salah. Ia pun menjawab sebisanya “Ah, anu.. itu.. aku hanya merasa bahwa YooRi masih sahabat kita dan..” Jungkook tidak meneruskan kata-katanya ketika jari telunjuk EunJi mendarat dibibirnya menandakan agar dia diam sebentar.

“Kau tidak usah mengkhawatirkannya. Dia akan baik-baik saja, Jungkook-ah!”  ucapnya untuk menenangkan sang kekasih. EunJi tersenyum pada Jungkook, Jungkook hanya menatapnya dengan lamat. Kemudian EunJi melontarkan pertanyaan kepada Jungkook “Apa YooRi bagimu?” pertanyaan yang langsung membuat otak Jungkook mencari jawaban yang tepat.

“Tentu saja sahabat” jawabnya masih menatap sang kekasih. “Lalu, Apa aku bagimu?” tanya EunJi lagi. Kali ini Jungkook mengalihkan pandangannya kearah lain, sebenarnya ia tak tahu jawaban apa yang tepat untuk pertanyaan itu. Merasa sedikit kesal dengan tingkah sang kekasih, EunJi pun menangkap pipi Jungkook sehingga membuat namja itu menatapnya.

EunJi meneliti setiap inchi wajah Jungkook. “Apa yang kau lakukan, EunJi-yaa?” tanyanya datar. “Kau belum menjawab pertanyaanku” ucapnya masih tidak mau melepaskan kedua tangannya dari pipi Jungkook. “Kau dan YooRi adalah sahabat terbaikku.” ucapnya mentap sang kekasih. “Yang kutanyakan hanya aku!” jelas EunJi karena merasa tidak puas dengan jawaban Jungkook.
Jungkook masih setia dengan diamnya. EunJi tidak suka dengan tingkahnya. “Kalau begitu aku yang akan memberi jawaban!” ucapnya kemudian mulai mendekatkan wajahnya kewajah Jungkook dan mendaratkan ciuman dibibir Jungkook, Ia pun menutup matanya. Jungkook terkejut dengan apa yang EunJi lakukan padanya. Bisa dibilang ini adalah ciuman pertamanya.

Beberapa detik berlalu , dan EunJi pun melepas ciumannya menatap wajah sang kekasih yang terlihat masih terkejut. Perlahan ia menggengganm tangan Jungkook erat “Aku bukan hanya sahabatmu, Jungkook-ah. Aku juga kekasihmu!” ucapan EunJi sontak membuat kenangan masa lalunya berputar kembali difikiran Jungkook. Masa lalu yang mungkin mempunyai akibat dimasa depan 3 sahabat itu.

-FLASHBACK-

Malam hari bersalju kota Seoul membuat seorang namja yang mengenakan coat coklat tebal kerap menggosokkan kedua tangannya untuk menghangatkan dirinya. Namja berkulit putih itu terlihat mondar mandir sudah jelas Ia sedang menunggu seseorang. Ia berhenti, dan mengambil sebuah ponsel dari saku coat miliknya.

‘Mengapa Kau belum datang?’ Isi pesan singkat yang ia kirim untuk seseorang.

Beberapa detik kemudian ponselnya bergetar, menandakan pesan masuk ‘Aku dalam perjalanan, Jungkook-ah

Namja bernama asli Jeon Jungkook itu rela kedinginan hanya untuk menunggu seseorang. Ia merasa harus mengatakan sesuatu pada orang tersebut. Penjelasan tentang semua yang telah Ia rasakan selama ini.

Dari seberang jalan, Ia melihat sosok yeoja tengah berdiri disana sambil melambaikan tangannya. Betul! Sosok inilah yang sudah ia tunggu dari tadi. Terlihat yeoja itu mengenakan coat merah dan syal polcadon melingkari lehernya. Jungkook tersenyum senang melihat sosok yeoja tersebut.

“Apa kau menunggu lama?” tanyanya yeoja tersebut ketika telah berhadapan dengan Jungkook. “Ani” jawabnya singkat. “Bagaimana kalau kita duduk dibangku itu?” tawar Jungkook menunjuk sebuah bangku besi tak jauh dari tempatnya berdiri. “Baiklah” jawab yeoja tersebut diikuti di ikuti langkahan kaki menuju bangku yang akan mereka duduki.

“Mengapa kau mengajakku bertemu disini?” tanya yeoja tersebut penasaran akan rencana namja disampingnya ini. “Aku ingin mengatakan sesuatu, EunJi-yaa” jawab Jungkook kepada sosok yeoja yang ternyata adalah sahabatnya. “Uhm.. Katakanlah!”
Jungkook sedikit merasa gugup, tapi Ia harus mengatakannya karena Ia tidak mau menyesal suatu hari nanti.

“Aku menyukaimu, EunJi-yaa” ucapnya tegas yang seketika membuat sosok yeoja didepannya ini diam beribu kata. “Sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya, karna YooRi menyukaiku, kau juga tahu itu!” lanjutnya menunggu jawaban dari EunJi.

Karna merasa EunJi akan diam saja, Jungkook pun melanjutkan kata-katanya “Aku menyukaimu sejak aku pertama kali bertemu denganmu, dan aku rasa sudah sangat lama memendam perasaanku ini. Aku ingin mengatakannya padamu tapi aku juga tidak ingin menyakiti YooRi” penjelasan panjang lebar Jungkook berhasil membuat EunJi menatap sosok namja yang sejak dari tadi memandanginya.

Mereka bertemu pandang beberapa detik sampai akhirnya EunJi berucap “Lalu kenapa kau mengatakannya padaku? Kalau kau tahu YooRi akan tersakiti.”
Molla..” jawab Jungkook singkat. “Aku merasa aku harus mengatakannya padamu. Aku takut aku akan menyesal suatu ghari nanti.” Ucap namja yang duduk di tingkat pertama Sekolah Menengah itu.

Masih tidak ada sahutan dari keduanya selama beberapa detik. Mereka hanya diam, beradu dengan pikirannya masing-masing.
“Kalau begitu, ayo berpacaran!” ucapan EunJi sontak membuat Jungkook menatapnya heran. Ia tidak tahu apa yang sedang yeoja ini fikirkan. “Aku juga menyukaimu, Jungkook-ah.. sudah sangat lama sebelum YooRi menyukaimu. Jadi, dari pada menyakiti seseorang lebih baik kita membuat kebahagiaan kita bersama”

Jungkook tahu apa yang menurutnya terbaik, UNTUK SAAT INI.

-FLASHBACK END-

-Jungkook Pov-

Sekarang aku merasa ini hal yang terbaik atau bukan. Aku menyayangi sahabatku. Mereka adalah sosok yang membuat warna dihidupku. Dan aku tidak ingin menyakiti mereka.

‘YooRi-yaa.. Mianhae..’
‘Aku salah’
‘Seharusnya aku tidak pernah hadir di kehidupanmu’
‘Aku telah menyakitimu’
‘Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan saat kau mengetahui semuanya’
‘Aku mohon, maafkanku’

Hanya rasa bersalah yang ada ketika menatap, memandangi, memperhatikan sosok yeoja yang selama ini berada disampingku. Disinilah aku, dikamarku yang tenang memandangai bingkai foto besar menampakkan sosok tiga sahabat tersenyum disana.
Oh Tuhan, Apa yang harus kulakukan?

-Jungkook Pov End-


To be Continued

2 komentar: